Salah satunya adalah seorang pengemis asal Mumbai bernama Bharat Jain. Siapa sangka, Bharat Jain memiliki kehidupan yang tak seperti pengemis pada umumnya.
Menurut sebuah laporan oleh Economic Times, Bharat Jain adalah pengemis terkaya di dunia yang sering terlihat mengemis di jalanan Mumbai.
Adapun kisah Bharat Jain yang berawal dari sosok sederhana hingga menjadi pengemis kaya raya sungguh menakjubkan. Bharat Jain lahir dari keluarga yang serba terbatas secara ekonomi, sehingga dia tidak mampu mengejar pendidikan formal.
Lantaran tidak mengenyam pendidikan, Bharat Jain tentu sulit mendapatkan pekerjaan yang stabil. Meski demikian, Bharat Jain sukses mengubah hidupnya dan keluarganya berkat profesinya yang tidak lazim.
Saat ini, Bharat Jain diproyeksikan memiliki harta lebih dari Rs 7,5 crore rupee atau sekitar Rp 14,8 miliar. Anak-anaknya pun mengenyam pendidikan formal secara layak.
Tak tanggung-tanggung, Bharat Jain sanggup menghasilkan Rs 60.000-75.000 atau setara Rp 11 juta dalam sebulan hanya dengan mengemis.
Selama bertahun-tahun bekerja sebagai pengemis, Bharat Jain mampu mengumpulkan banyak uang untuk membeli berbagai barang dan aset. Dia tercatat memiliki apartemen dua kamar tidur di Mumbai senilai Rs 1,2 crore atau Rp 2,3 miliar. Ia pun menyewakan dua tokonya di Thane dengan sewa Rs 30.000 per bulan.
Meski sudah kaya raya, Bharat Jain diketahui tetap mengemis di kawasan Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus atau Azad Maidan.
Di saat banyak orang bekerja keras namun hanya memperoleh beberapa ratus rupee, Bharat Jain berhasil menghasilkan Rs 2.000-2.500 per hari (Rp 365.000 hingga Rp 500.000) dalam waktu 10 hingga 12 jam hanya dengan mengemis.
Bharat Jain dan keluarganya tinggal dengan nyaman di apartemen dua kamar. Anak-anaknya pergi sekolah, sedangkan anggota keluarga lainnya memiliki toko alat tulis.
Memang, Bharat Jain terus-menerus disarankan untuk tidak mengemis. Meski begitu, ia tidak mengindahkan nasehat ini dan melanjutkan pekerjaannya dengan mengemis sampai sekarang.
Di awal usahanya, Helena menghadapi tantangan besar yang mengubah persepsi bahwa batu akik yang selama ini identik dengan aksesori pria, kini bisa tampil elegan sebagai perhiasan untuk perempuan. Dari keyakinan itulah, ia mendirikan “Bening by Helena”, sebuah brand perhiasan dengan desain unik berbahan batu alam khusus untuk wanita.
Seiring dengan skala bisnis yang terus meningkat, selain menawarkan keindahan dan keunikan batu alam, Helena pun konsisten mendukung gerakan zero waste dengan menciptakan aksesori dari kantong kresek bekas dan sisa perca kulit yang diolah menjadi bros. Kemudian, Helena terus berinovasi dengan menghadirkan wire jewelry, yaitu perhiasan berbahan dasar kawat atau tembaga yang dirangkai dengan teknik tertentu, misalnya rajut.
Menurutnya, teknik rajut kawat masih jarang digarap oleh crafter lain, sehingga ini menjadi nilai tambah bagi produknya. Mulai dari kalung, gelang, cincin, bros, hingga anting, semuanya dibuat dengan tangan secara teliti.
Selain produk yang sudah ada, Bening by Helena juga melayani pesanan khusus seperti tusuk konde dan tali masker. Desain yang fleksibel membuat Bening by Helena bukan hanya pembuat aksesori, tapi juga tempat bagi pelanggan untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
Di samping itu, Helena juga bercerita, kesuksesan Bening by Helena tentu tidak datang begitu saja. Sejak 2018, Helena aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan dari Rumah BUMN BRI Bandung. Program ini memberikan berbagai pelatihan mulai dari pengembangan keterampilan, manajemen bisnis, hingga pengelolaan keuangan. “Setelah mendapat pelatihan, saya jadi lebih paham bagaimana mengelola arus kas,” kata Helena.
Dukungan lain yang didapat dari BRI pun kian membuka peluang bagi Helena untuk memperluas pasarnya. Puncaknya, Bening by Helena menjadi salah satu dari 1.000 UMKM unggulan yang berhasil lolos kurasi untuk berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Bagi Helena, acara seperti ini penting untuk usaha kecil seperti usahanya agar bisa berkembang dan kelak go internasional.
“BRI benar-benar memfasilitasi kami untuk memperkenalkan produk ke masyarakat. Event ini juga menjadi ajang bertemu dengan UMKM lainnya, membuka peluang kolaborasi, dan mendapatkan mentoring dari pelatihan-pelatihan yang diadakan,” jelas dia.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyatakan, BRI sebagai bank yang memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan UMKM secara konsisten hadir memberikan akses pembiayaan, pendampingan, dan berbagai solusi yang dibutuhkan pelaku usaha untuk terus bertumbuh dan naik kelas.
“Kami percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dukungan kami tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga berupa program pemberdayaan secara terintegrasi agar pengusaha UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar dia.
“Dengan rahmat tuhan yang maha esa, presiden menimbang dan seterusnya, mengingat, memutuskan, menetapkan dan seterusnya, kesatu dan seterusnya, kedua mengesahkan pengangkatan dalam jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2025 – 2030. terhitung sejak tanggal pelantikan masing-masing,” kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg Nanik Purwanti saat membacakan keputusan.
Nama-nama gubernur dan wakil gubernur yang dilantik antara lain :
1. John Tabo sebagai Gubernur Papua Pegunungan 2. Ones Pahabol sebagai Wakil Gubernur Papua Pegunungan 3. Hidayat Arsani Sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung 4. Hellyana sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung
Keputusan itu ditetapkan pada 20 Maret 2025. Adapun masing-masing kepala daerah diberikan gaji pokok dan tunjangan kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai peraturan perundang-undangan.
Kemudian para kepala daerah ini mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, Prabowo bersama jajarannya memberikan ucapan selamat kepada kepala daerah.
Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (16/4/2025) ditutup pada posisi Rp16.820/US$, rupiah atau melemah 0,06%. Posisi ini senada dengan penutupan perdagangan kemarin (15/4/2025) yang ditutup pada level Rp16.810/US$ atau melemah 0,24%.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14:59 WIB turun 0,81% di angka 99,4. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 100,22.
Secara teori, saat indeks dolar melemah seharusnya mata uang rupiah menguat. Indeks dolar yang turun menandai adanya penjualan dolar AS secara besar-besaran.
Investor atau trader akan mengalihkan investasi yang dulunya dalam denominasi dolar ke instrumen lain.
Biasanya, instrumen di Emerging Markets seperti Indonesia menjadi pilihan karena menarik. Rupiah menjadi alternatif bagi investor yang menjual dolar dan berinvestasi ke tempat lain.
Sayangnya, teori ini tidak berjalan sekarang. Rupiah justru ambruk parah di tengah melemahnya dolar AS. Kondisi ini mencerminkan jika dana investor tidak digunakan untuk membeli rupiah.
Ada sejumlah alasan mengapa teori indeks dolar AS dan rupiah tidak berlaku saat ini. Di antaranya adalah gejolak eksternal yang besar serta kondisi dalam negeri yang kurang mendukung. Dari eksternal, tekanan datang dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump sementara dari internal berupa pelemahan indikator ekonomi hingga jebloknya pendapatan negara.
Kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberlakukan tarif bea impor dengan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain.
Ketidakpastian global dan ketidakjelasan dampak perang dagang membuat investor asing kabur dari pasar keuangan Indonesia dan ini membuat mata uang rupiah tertekan
Emas digital kini menjadi opsi lain bagi para pemburu sang logam mulia saat ini. Emas digital bisa menjadi pilihan di tengah sulitnya membeli emas fisik dengan mengantri panjang bahkan dibatasi perharinya. Pada akhirnya sebagian masyarakat mulai beralih ke emas digital yang tidak perlu antri panjang dan bisa beli berapapun meskipun tidak langsung memegang emas secara fisik.
Ternyata volume transaksi perdagangan emas digital terus mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan kesadaran banyak masyarakat untuk hidup dengan digitalisasi.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan nilai transaksi emas digital pada periode Januari 2025 sebesar Rp 5,29 triliun, naik 6,81% dari Rp 4.95 triilun di Desember 2024. Sedangkan, volume transaksi pada Januari 2025 adalah 3,67 ton, naik 3,45% dibandingkan 3,55 ton pada Desember 2024.
Secara tahunan, nilai transaksi periode Januari 2025 sebesar Rp 5,29 triliun, melejit 195,59% (yoy) dibandingkan periode sama pada tahun 2024 sebesar Rp 1,79 triliun. Sementara itu, jumlah pelanggan perdagangan emas digital per bulan Januari 2025 sebanyak 9.874.289 pelanggan.
Adapun, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan kenaikan transaksi investasi emas digital.
Hingga Maret 2025, pertumbuhan saldo emas digital yang melonjak hingga 231% atau mencapai Rp772 miliar. Peningkatan tersebut juga terlihat pada volume penjualan emas digital BSI yang melesat 357% (yoy) atau setara dengan 174,84kg.
Meningkatnya transaksi emas digital karena dilandasi kemudahan bertransaksi.
Emas digital di Indonesia diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). OJK mengawasi lembaga jasa keuangan yang menyediakan platform emas digital, sementara Bappebti fokus pada pengaturan dan pengawasan perdagangan emas fisik secara digital.
OJK memiliki peran penting dalam mengawasi platform dan aplikasi yang menawarkan investasi emas digital, terutama bagi lembaga jasa keuangan yang telah berizin. OJK memastikan bahwa platform tersebut beroperasi sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku untuk melindungi investor.
Sementara, Bappebti berperan dalam mengatur dan mengawasi perdagangan emas fisik secara digital, termasuk memastikan adanya wujud fisik emas di balik transaksi digital. Bappebti juga mengawasi lembaga kliring dan bursa berjangka yang terkait dengan perdagangan emas digital.
Platform emas digital yang berlisensi dan terdaftar di OJK atau Bappebti biasanya memiliki sistem yang aman dan terjamin, sehingga investor dapat lebih tenang dalam berinvestasi. Contoh platform yang telah terdaftar dan diawasi adalah Pegadaian, Lakuemas, Pluang, Indogold, dan Treasury.
Emas yang diperdagangkan secara digital melalui platform daring memudahkan investasi emas tanpa perlu menyimpan emas fisik.
Emas fisik yang dicatat secara digital di fasilitas berstandar tinggi milik Antam, sehingga tidak perlu khawatir soal penyimpanan fisik atau risiko kehilangan.
Beberapa platform emas digital juga memiliki layanan untuk mencetak emas digital menjadi emas fisik, sehingga nasabah yang ingin memegang emas fisik bisa mengubah emas digitalnya menjadi emas fisik.
Selain itu, emas digital memiliki beberapa bentuk underlying (aset dasar) yang berbeda. Salah satunya adalah Tabungan Emas Digital, di mana pemiliknya memiliki hak atas sejumlah emas yang disimpan secara digital.
Layanan penitipan saldo emas yang memudahkan investasi emas secara digital. Nasabah dapat membeli emas dalam jumlah kecil, mencicil, dan menjualnya secara online.
Risiko
Namun meski memiliki berbagai kemudahan dan likuiditas baik, bukan berarti investasi emas digital terhindari dari resiko keamanan. Emas digital memiliki risiko siber seperti peretasan atau penipuan. Sehingga calon investor harus jeli dan pintar dalam memilih platform emas digital yang aman dan berlisensi serta terdaftar di OJK atau Bappebti.
Selain memilih platform yang terpercaya, pastikan spread harga emasnya dapat bersaing. Semakin rendah persentasenya maka semakin murah selisih antara jual dan beli emasnya.
Hitungan Perbandingan Bappebti menegaskan jika mereka menyempurnakan regulasi perdagangan emas fisik secara digital berdasarkan masukan dari pelaku usaha, dengan rasio 1:1. Artinya, setiap kepemilikan emas atas transaksi digital oleh pelanggan harus didukung dengan keberadaan fisik emas yang jumlahnya sesuai dengan fisik emas yang disimpan di lembaga depository.
Dengan regulasi yang semakin jelas dan transparan, Bappebti berharap adanya pertumbuhan, khususnya dalam perdagangan emas fisik secara digital.
Dalam aturan, pedagang fisik emas digital juga wajib menempatkan sejumlah emas pada Pengelola Tempat Penyimpanan sebanyak 10.000 gram atau 10 kg dimana 75% berupa emas fi sik, sedangkan 25% setara kas;
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memahami terdapat sejumlah penolakan dari para pelaku usaha terkait rencana kenaikan tarif royalti tersebut. Namun di sisi lain, menurutnya pemerintah juga harus melihat pada kepentingan negara dan bangsa.
“Minggu kedua bulan ini sudah terbit. Sudah jalan. Sudah berlaku. Kita menghargai semua masukan. Tapi kita melihat pada suatu kepentingan lebih besar dari bangsa kita,” ujar Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, dikutip Senin (14/4/2025).
Menurut dia, pemerintah sendiri telah melakukan sosialisasi untuk penerapan skema royalti yang baru. Skema royalti terbaru nantinya akan menggunakan sistem range yang bergantung pada harga komoditas mineral di pasar global.
“Kalau tidak naik, itu tidak juga naik. Memang ada tabelnya. Kalau harga naik, otomatis perusahaan dapat untung. Masa kemudian kalau dapat untung, negara tidak mendapat bagian. Kita mau win-win. Kita ingin pengusahanya baik, negaranya juga baik,” tambahnya.
Namun, para pelaku usaha menilai bahwa beban industri semakin berat dengan adanya kebijakan tersebut. Salah satunya seperti nikel yang sebelumnya ditetapkan sebesar 10% akan naik menjadi 14-19%.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengatakan apabila tarif royalti naik menjadi 14-19%, Indonesia akan memiliki tarif royalti tertinggi dibandingkan dengan negara penghasil nikel lainnya.
“Kita tarif royalti saat ini kan 10%. Akan ada kenaikan 14-19%. Ternyata dari seluruh negara penghasil nikel kita yang tertinggi yang 10% sebelum tambah yang 14-19%,” ujarnya dalam Press Conference Wacana Kenaikan Tarif Royalti Pertambangan, beberapa waktu lalu.
Menurut Meidy, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, negara-negara Asia, Eropa, dan bahkan negara tetangga tarif royalti nikel lebih rendah. Beberapa negara bahkan menerapkan royalti berbasis keuntungan.
“Di beberapa negara, Amerika, Amerika Asia, dan Eropa, dan negara-negara tetangga kita, royalti itu lebih rendah. Di Indonesia. Itu kalau royalti 10%. Kalau ditambah lagi 14-19% waduh. Kita benar-benar negara kaya ya,” ujarnya.
Meidy menilai kenaikan royalti ini akan semakin membebani industri yang saat ini sudah menghadapi berbagai macam kebijakan lainnya. Misalnya seperti naiknya harga B40, aturan DHE ekspor dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%.
Di tempat yang sama, Senior Vice President Division Head of IMMRI MIND ID Ratih Dewihandajani menilai sebagai perusahaan pelat merah, MIND ID senantiasa mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif royalti.
Namun, sebagai anggota dari Indonesia Mining Association (IMA), MIND ID juga turut menyuarakan aspirasi para pelaku industri. Ia menilai kebijakan kenaikan tarif royalti akan memberikan dampak paling signifikan bagi perusahaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Kami menyuarakan juga sebagai IMA member, sebagai anggota dari Asosiasi Pertambahan Indonesia, saya juga ingin menyampaikan aspirasi mewakili teman-teman anggota,” kata dia.
Menurut Ratih saat ini terdapat tantangan lain yang tengah dihadapi industri pertambangan dalam negeri. Salah satunya seperti implementasi B40 yang menambah beban operasional sehari-hari, dan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan Harga Patokan Mineral (HPM) yang dinilai sejatinya menguntungkan perusahaan karena harga HPM saat ini berada di atas harga pasar. Namun, ada perbedaan keberlakuan HPM, yang hanya diterapkan untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang terintegrasi.
Ratih menyebut terdapat perusahaan dengan Izin Usaha Industri (IUI) dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan pemegang IUP terintegrasi, namun tidak tunduk pada kebijakan harga minimum mandatori HPM.
“Kita nggak mau nanti kita mau jualan dengan harga HPM minimum karena kita patuh dan tunduk pada peraturan, tetangga kita jualannya di bawah. Itu kan mau untung malah jadi buntung ini,” katanya.
Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menilai bahwa kebijakan tersebut menambah tekanan bagi industri pertambangan yang telah menghadapi berbagai tantangan sebelumnya.
“Awal Januari sudah ada isu, cuma mungkin pada saat itu kita dihadapi oleh kalau ibaratnya badai, ini badainya banyak banget ya,” kata Hendra.
Hendra lantas menjelaskan bahwa sejak awal tahun, industri pertambangan sudah dihadapkan pada sejumlah regulasi baru yang memberatkan. Selain wacana kenaikan royalti, terdapat kebijakan lain yang juga berdampak signifikan.
Mulai dari implementasi biodiesel B40, kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE), Peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, Global Minimum Tax dan lain sebagainya.
“Industri batubara juga terbebani dengan royalti tinggi, harga jual domestik batubaranya dari 2018, ini Pak kita dari dulu harganya dipatok, dan banyak isu lagi belum HBA, dan di industri mineral juga HMA, jadi isunya memang bertubi-tubi, kemudian muncul isu royalti yang akan menjadi istilah internal compensation, jadi kayak apa, udah pamungkasnya mungkin ya,” kata Hendra.
“Ini spesial karena kami membuka ruang tempat orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat bertemu, terhubung, dan berbagi cerita,” kata Heri saat pembukaan paviliun Indonesia di Osaka, Minggu (13/4/2025)
Heri menuturkan, pertemuan kini menjadi penting di tengah perubahan dunia yang serba cepat. Lewat pertemuan, sesama manusia bisa lebih memahami satu sama lain. Penting untuk diingatkan jika ada mimpi warganya di balik setiap negara.
“Itulah mengapa kami memilih tema Alam, Budaya, Masa Depan,” ujarnya.
Indonesia, lanjut Heri bukan hanya satu cerita melainkan kisah dari ribuan pulau, ratusan bahasa dan jalinan budaya. Masyarakat dunia bisa memahami cerita tersebut di World Expo 2025 Osaka.
“Dan tempat mana yang lebih baik untuk berbagi cerita itu selain di Jepang? Indonesia dan Jepang telah lama bersahabat. Dari perdagangan dan teknologi hingga makanan dan budaya populer-kami telah belajar banyak dari satu sama lain,” terang Heri.
“Bahkan, terkadang saya merasa Jepang dan Indonesia seperti dua sahabat lama yang tidak selalu berbicara dalam bahasa yang sama, tetapi selalu saling memahami,” paparnya.
Heri mengutip film animasi berjudul The Boy and the Heron karya Hayao Miyazaki. Satu kalimat yang menurutnya sangat membekas adalah ‘Kami membawa suara-suara dari mereka yang datang sebelum kami’.
“Itulah yang kami harapkan dari Paviliun ini, membawa suara rakyat kami, para leluhur kami, dan generasi muda kami agar dunia juga dapat mendengarnya,” ungkapnya.
Heri berharap para pengunjung dapat merasakan irama Indonesia saat berjalan di paviliun. Arsitektur yang disajikan terhubung dengan alam. Indonesia akan terasa bukan sekadar tempat tapi perasaan.
“Dan mungkin, mungkin saja, Paviliun ini dapat menginspirasi kisah-kisah baru. Kisah-kisah tentang persahabatan, kisah-kisah tentang kolaborasi, dan kisah-kisah tentang apa yang dapat dibangun bersama oleh Indonesia dan Jepang-untuk dunia yang lebih baik,” pungkasnya.
China kini dikenakan tarif impor sebesar 145%, angka yang dinilai menyulitkan berbagai industri termasuk produsen kebutuhan anak. Kondisi ini memperberat anggaran rumah tangga orang tua di AS yang rata-rata sudah menghabiskan lebih dari US$29.000 per tahun per anak, menurut laporan LendingTree.
Kebutuhan dasar seperti popok, susu formula, tisu basah, pakaian bayi, nutrisi, hingga car seat menjadi beban tambahan yang makin berat di tengah lonjakan harga. Tanpa adanya pengecualian untuk produk bayi dalam kebijakan tarif, harga-harga diperkirakan akan segera meningkat.
Sebelumnya, AS sempat mencabut tarif impor susu formula pada tahun 2022 melalui Formula Act, sebagai respons terhadap kelangkaan nasional. Namun kali ini, belum ada langkah serupa yang diambil untuk melindungi ketersediaan dan keterjangkauan produk bayi.
Menurut laporan BabyCenter yang dikutip dari USA TODAY, Sabtu (12/4/2025), kenaikan harga kemungkinan besar akan terjadi, meski kelangkaan barang secara langsung belum diprediksi. Meski begitu, dampak tarif diperkirakan tidak merata bagi semua produsen dan jenis produk.
Produsen besar kemungkinan masih mampu menyerap atau mendistribusikan beban biaya tambahan. Namun produsen kecil terancam kesulitan menjaga ketersediaan produk serta kestabilan harga di pasaran.
Orang tua yang mengandalkan susu formula khusus-terutama yang diimpor karena alasan medis seperti alergi-akan terkena dampak lebih besar. Sebagian besar formula khusus ini diproduksi di Eropa, yang sempat ditetapkan tarif 20% sebelum jeda diberlakukan, tetapi kini tetap dikenakan tarif dasar 10%.
David Warrick, EVP di perusahaan manajemen risiko rantai pasok Overhaul, menyebut bahwa formula impor biasanya datang dalam volume kecil dan biaya distribusinya sudah tinggi sejak awal. Penambahan tarif akan makin membebani harga jual di tingkat konsumen.
Sektor susu formula AS sangat terpusat dan rentan terhadap gangguan. Sekitar separuh dari pasokan nasional dibeli oleh program bantuan pangan WIC, yang memiliki pembatasan merek dan jenis formula yang bisa dibeli.
Tahun 2022, penutupan pabrik Abbott di Michigan menyebabkan gangguan 20% dari pasokan nasional, hingga pemerintah mencabut tarif impor demi mendatangkan formula dari Irlandia. Sebelum krisis itu, AS bahkan mengekspor lebih banyak formula dibanding mengimpor, dengan Kanada sebagai pembeli terbesar.
Untuk produk popok, tidak semua komponen dibuat di AS meskipun produknya mengklaim “Made in USA.” Plastik, kemasan, dan bahan penyerap seperti bubur kayu atau serat bambu banyak diimpor dari negara seperti China, Vietnam, dan India.
Sebelum masa jeda, impor dari Vietnam dikenakan tarif 46%, sementara dari India 26%, dan China tetap pada angka 145%. Kenaikan tarif terhadap bahan baku ini secara langsung menaikkan ongkos produksi dan akhirnya harga di pasaran.
Warrick mengatakan, orang tua mungkin akan melihat bentuk penghematan terselubung dari produsen, seperti pengurangan isi kemasan atau hilangnya promo dan diskon. Harga yang sama untuk jumlah produk yang lebih sedikit menjadi cara umum perusahaan menyiasati kenaikan biaya.
Namun kabar baiknya, kekurangan produk secara nasional belum diperkirakan terjadi untuk popok. Produsen besar seperti Huggies dan Pampers diyakini masih memiliki kapasitas untuk menstabilkan pasokan meski biaya naik.
Kategori produk yang paling terancam adalah car seat dan stroller, yang sebagian besar dibuat di China. Karena sangat bergantung pada rantai pasok global dan regulasi keamanan dari Consumer Product Safety Commission (CPSC), gangguan tarif bisa menghambat ketersediaannya.
Asosiasi Produsen Produk Anak (JPMA) sudah mengirim surat kepada pemerintah AS sejak Februari, meminta agar seluruh produk anak dikecualikan dari tarif. Mereka menekankan bahwa produk seperti car seat dan crib sangat penting untuk keselamatan bayi dan tidak boleh terganggu oleh kebijakan perdagangan.
JPMA menyebut bahwa keluarga AS bisa terpaksa membeli produk bekas yang tidak sesuai standar keamanan bila harga produk baru melambung. “Kematian satu anak akibat tidak tersedianya produk penyelamat jiwa dengan harga terjangkau sudah terlalu banyak,” tulis JPMA dalam suratnya.
Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (11/4/2025) ditutup pada posisi Rp16.790/US$, rupiah atau menguat 0,03%. Posisi ini selaras dengan penutupan perdagangan kemarin (10/4/2025) yang ditutup pada level Rp16.795/US$ atau menguat 0,39%.
Sementara secara mingguan, rupiah masih cenderung terkoreksi sebesar 1,42%.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14:54 WIB turun 0,92% di angka 99,94 Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 100,87.
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan depresiasi the greenback yang terus terjadi beberapa hari terakhir.
Penurunan DXY ditengarai inflasi AS yang kian melandai. Pada Kamis malam kemarin, tercatat tingkat inflasi tahunan di AS mereda untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 2,4% (year on year /yoy)pada Maret 2025, level terendah sejak September, turun dari 2,8% pada Februari, dan juga lebih rendah dari perkiraan sebesar 2,6%.
Di sisi lain, sentimen terhadap gejolak tarif Trump mulai mereda setelah diputuskan menunda tarif yang lebih tinggi selama 90 hari untuk sebagian besar negara, sebuah pembalikan mengejutkan dalam perang dagangnya yang telah mengguncang pasar secara drastis.
Dalam sebuah unggahan di platform X sekitar pukul 13:30 waktu setempat, Trump menulis bahwa ia mengambil keputusan tersebut karena lebih dari 75 mitra dagang tidak melakukan pembalasan dan telah menghubungi AS untuk “membahas” beberapa isu yang telah ia angkat sebelumnya.
Hal ini yang membuat rupiah tampak perkasa dan cenderung menguat meskipun masih belum signifikan.
Kebijakan pengenaan tarif ini pun dibalas oleh negara-negara lainnya, seperti yang dilakukan China hingga Kanada terhadap produk dari AS.
“Nah, Presiden Prabowo telah menyampaikan bahwa menteri-menteri ekonomi yang sekarang harus menghadapi kondisi perang ekonomi ini,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2025).
Sri Mulyani mengatakan, dalam menghadapi kondisi perang ekonomi ini, Presiden Prabowo telah memberikan pesan kepada jajaran menterinya untuk mengambil langkah antisipatif.
Caranya tidak dengan masuk ke dalam perang ekonomi itu, melainkan dengan cara mengambil sikap penguatan ekonomi domestik, melalui kebijakan reformasi ekonomi dan deregulasi.
“Kita di dalam front line nya harus berinisiatif untuk melakukan reform dan regulasi,” ujarnya.
Langkah ini diambil pemerintah karena belajar dari pengalaman dalam menghadapi setiap krisis dan perang ekonomi di dunia.
Kata Sri Mulyani, saat terjadi krisis dan perang ekonomi seperti pada era 1980-an, krisis ekonomi pada periode 1998 maupun 2008, disikapi dengan melakukan langkah-langkah perbaikan regulasi dan penguatan ekonomi domestik.
“Belajar dari semua shock ini, pada saat terjadinya shock justru ini menjadi opportunity untuk mereform dan melakukan deregulasi,” tegas Sri Mulyani.
Langkah itu pemerintah anggap membuahkan hasil, seperti terjaganya stabilitas pertumbuhan ekonomi yang selalu di kisaran 5%, hingga stabilnya kredibilitas fiskal, yang tercermin dari defisit APBN yang terjaga di bawah batas amannya 3%.
“Jadi berdasarkan instruksi Bapak Presiden, bahkan sebelum Trump menyatakan Liberation Day Tariff, kita sudah diminta untuk memforumlasikan deregulasi, mempermudah iklim usaha,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, setelah Trump mengumumkan pengenaan tarif perdagangan yang tinggi terhadap mitra dagang utamanya pada awal bulan ini, sejumlah pemimpin negara merespons dengan berbagai kebijakan retaliasi atau membalas dengan tarif tinggi.
China sebagai negara terbesar di Asia tidak tinggal diam usai dikenakan tarif 34% oleh AS. Dengan pengenaan tarif tersebut, semua barang China yang masuk ke AS akan dikenakan bea masuk mencapai 54%.
Oleh karena itu, Beijing mengenakan tarif untuk barang dari AS sebesar 34% juga. China memberlakukan pula kontrol ekspor pada 16 perusahaan Amerika untuk melarang mengirimkan barang China untuk dua keperluan.
Kontrol ekspor juga ditetapkan pada tujuh jenis mineral tanah jarang ke AS. Termasuk di antaranya adalah samarium, gadolinium dan terbium.
Hubungan AS dan China memang kembali memanas. Termasuk setelah Trump duduk di kursi presiden AS untuk kedua kalinya.
Menanggapi hal tersebut, Trump kemudian menyampaikan bahwa ia akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% atas impor dari China jika Beijing tidak mencabut kebijakan tarif balasannya pada Selasa. China ini terjadi, tarif barang China di AS akan menjadi 104%.
Sementara itu, Singapura yang merupakan tetangga dekat Indonesia merespon dengan membentuk gugus tugas nasional untuk mendukung bisnis dan pekerja. Ini menjadi tanggapan atas tarif baru AS yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memengaruhi lapangan kerja dan upah di negeri itu.
Sedangkan Vietnam yang bagian dari ASEAN merespon dengan bernegosiasi terhadap AS, yakni lewat pembelian lebih banyak barang AS termasuk produk keamanan dan pertahanan.
PM Vietnam Pham Minh Chinh telah meminta Trump untuk menunda penerapan tarif setidaknya selama 45 hari untuk memberi waktu bagi perundingan. Pham Minh Chinh mengatakan Vietnam akan mendekati dan bernegosiasi dengan Amerika untuk mencapai kesepakatan bilateral, “bergerak menuju neraca perdagangan yang berkelanjutan”.
“Mereka juga akan terus membeli lebih banyak produk AS yang kuat dan diminati Vietnam, termasuk produk yang terkait dengan keamanan dan pertahanan; mendorong pengiriman awal kontrak perdagangan pesawat,” tulis AFP menyebut laman media lokal.
Berbeda halnya dengan Uni Eropa (UE) yang justru siapkan peluang kenaikan tarif balasan 25% terhadap berbagai produk asal AS. Langkah ini merupakan respons langsung atas kebijakan tarif Trump terhadap baja dan aluminium dari Eropa, yang dinilai oleh Uni Eropa sebagai tindakan proteksionis sepihak yang merugikan hubungan dagang jangka panjang.
Kepala urusan perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, memberipenjelasan. Ia menyatakan bahwa meskipun tarif balasan ini dirancang untuk memberikan tekanan, nilainya diperkirakan akan lebih kecil dari estimasi awal sebesar € 26 miliar.
“Langkah ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan perdagangan internasional tanpa memperkeruh situasi yang sudah tegang,” ujar Sefcovic, dilansir Reuters pada Selasa.