Hari Pendidikan Nasional: Modal Ijazah Saja Tak Cukup Buat Cari Kerja

Pendidikan Anak Bikin Miskin? Ikuti Cara Ini Biar Gak Ngutang

Hari ini, 2 Mei, bangsa ini merayakan Hari Pendidikan Nasional. Namun di balik upacara dan pidato seremonial, satu pertanyaan besar menggema, apakah sistem pendidikan Indonesia hari ini benar-benar menjadi mesin penggerak kemajuan bangsa?

Di tengah jumlah sarjana yang terus bertambah, pengangguran terdidik justru naik. Mimpi belum tentu bertemu kenyataan. Di sinilah peran pendidikan diuji, mampu relevan atau hanya jadi simbol dan formalitas.

Laporan McKinsey Global Institute The Enterprising Archipelago menyebut ada lima modal utama penggerak produktivitas nasional: modal manusia, modal keuangan, modal institusional, modal infrastruktur, dan modal kewirausahaan.

Dari semuanya, modal manusia adalah fondasi awal. Namun sayangnya, kualitasnya masih timpang. Hanya 40% penduduk usia 25-34 tahun menyelesaikan pendidikan menengah atas, dan angka partisipasi pendidikan tinggi pun belum sejalan dengan kebutuhan industri.

Masalahnya bukan semata-mata keterbatasan akses. Mismatch atau ketidaksesuaian antara pendidikan dan pasar kerja menjadi bom waktu.

Dua dari tiga pengangguran di Indonesia adalah lulusan pendidikan menengah ke atas dan perguruan tinggi.

Mereka bukan tidak pintar, tapi tidak nyambung dengan realita industri. Contohnya bisa dilihat dalam tren jumlah pengangguran sarjana yang terus tinggi.

Meski sempat turun ke 842.000 orang pada 2024, jumlah itu tetap nyaris dua kali lipat dari posisi 2014. Lulusan diploma, yang lebih praktis dan aplikatif, justru mencatat angka pengangguran yang lebih stabil. Ini mencerminkan satu hal, gelar tak lagi cukup, keterampilanlah yang dibutuhkan.

Sayangnya, banyak universitas belum adaptif. Kurikulum masih normatif, relasi kampus-industri lemah, dan wirausaha belum jadi orientasi. McKinsey juga menyoroti minimnya pelatihan langsung (on-the-job learning) di pendidikan formal Indonesia.

Di sinilah negara-negara seperti China  dan Singapura jadi pembanding penting. Mereka menyesuaikan output pendidikan dengan dinamika pasar kerja, bahkan mengatur kuota jurusan strategis.

Berikut 5 modal penggerak produktivitas nasional:

Lebih jauh, Indonesia juga menghadapi tantangan pertumbuhan produktivitas yang melambat. Dari 3% per tahun (2002-2016) kini tinggal 2% sejak itu. Jika SDM terus didominasi oleh lulusan yang tidak relevan dengan kebutuhan masa depan misalnya, digital, manufaktur, AI, dan energi hijau maka target menjadi negara maju sebelum 2045 hanya tinggal angka dalam dokumen.

Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momen refleksi: bukan soal siapa punya gelar apa, tapi siapa bisa berkontribusi nyata. Pendidikan Indonesia harus geser orientasi, dari pemberi gelar menjadi inkubator talenta produktif. Jika tidak, kita bukan hanya kehilangan bonus demografi, tapi juga kehilangan momentum sejarah.

kas138

Ternyata Ini Alasan Kenapa ABG Zaman Dulu Tampak Jauh Lebih Tua

Infografis, Ini Alasan Mengapa ABG Zaman Dulu Tampak Jauh Lebih Tua

Foto remaja zaman dulu yang berlatar tahun 1980 atau 1990-an terlihat samgat berbeda dengan remaja masa kini. Anda mungkin menyadari bahwa tampang remaja pada masa itu tampak jauh lebih tua dibanding ABG di era digital sekarang.

Mengapa demikian?

Ternyata ada dua alasan di balik hal ini. Pertama karena alasan bias seleksi. Ambil contoh sinetron populer Si Doel Anak Sekolahan. Doel, karakter utama di sinetron yang ngetop pada tahun 1990-an, digambarkan sebagai sosok mahasiswa jurusan teknik. Tampang Doel, yang diperankan aktor senior Rano Karno, memiliki kumis tebal.

Sementara, anak kuliah zaman sekarang umumnya tampil tanpa kumis tebal dan jenggot. Terlebih, tampilan itu sering dibalut dengan wajah glowing berkat skincare, rambut yang keren, serta mode berpakaian modern.

Perbedaan inilah yang membuat kita menganggap foto zaman dahulu berisi orang tua. Meski demikian, perbedaan itu sebenarnya bisa dijawab dengan argumen sederhana. Bahwa, tidak seharusnya kita melihat masa lalu dari sudut pandang masa kini, yang menurut Michael Stevens dari Vsauce disebut sebagai bias seleksi.

Ambil contoh lagi gaya mode anak SMP tahun 1970-an. Rambut agak gondrong yang meninggi di bagian poni serta kumis tebal adalah hal wajar di masanya. Mungkin, itu terjadi karena pengaruh gaya hidup mereka dipengaruhi oleh hal-hal yang tren saat itu.

Seperti mengikuti gaya rambut Elvis Presley atau mengikuti berpakaian ala Rhoma Irama, yang keduanya sempat viral di tahun 1970 hingga 1980-an. Jadi, hal wajar apabila mereka mengikuti arus keramaian pada saat itu.

Fenomena seperti ini juga terjadi di masa kini di saat banyak orang mengikuti tren yang disebarkan oleh influencer di media sosial. Tentu jika kita bergerak maju 1-5 tahun dari waktu tren itu muncul, kita pasti berpikir tingkah laku seperti itu sudah ketinggalan zaman, kuno, dan aneh.

Alasan kedua yang menyebabkan pandangan ini terjadi yakni faktor biologis. Faktor ini diungkap pada 2018 lalu oleh tim peneliti gabungan dari Yale School of Medicine dan University of Southcaroline dengan riset bertajuk “Is 60 the New 50? Examining Changes in Biological Age Over the Past Two Decades.”

Berdasarkan hasil riset tersebut memang tampak perbedaan antara tampilan fisik orang yang hidup antara tahun 1988-2010. Mereka yang hidup selama 20 tahun terakhir, tercatat memang terlihat lebih muda dibanding pendahulunya. Penyebabnya karena gaya hidup.

Berbeda dengan zaman dahulu, kini orang hidup di saat pesatnya teknologi kesehatan yang menumbuhkan kesadaran soal pentingnya kesehatan. Sebagai contoh terjadi pada hadirnya layanan kesehatan bahaya yang merokok membuat orang mengurangi konsumsi rokok, sehingga berdampak pada tampilan fisik lebih muda.

Lalu, hadirnya teknologi kesehatan berupa skincare beraneka macam juga membuat orang berlomba-lomba untuk awet muda. Tentu, seluruh upaya ini jika berhasil jelas akan berdampak pada tampilan yang lebih muda.

NASA Ungkap dari Mana Emas Berasal, Ternyata Bukan dari Bumi

Saiful (48) melakukan proses pencucian gelang silver di salah satu pasar di Jakarta, Kamis (25/11/2021). 
Meski mengalami penurunan pendapatan hingga hampir 50% akibat pandemi Covid-19, para pengrajin cuci perhiasan tetap bertahan. Berbekal sejumlah alat sederhana yang terjajar di depannya, pria berusia 48 tahun tersebut tampak terampil tatkala membersihkan perhiasan-perhiasan milik pelanggannya. Menurut Saiful

Astronom menggunakan data NASA untuk mengungkap dari mana emas berasal. Asal usul emas ternyata dari luar angkasa.

Anirudh Patel, calon doktor dari Columbia University dan Eric Burns dari Louisiana State University bersama sekelompok peneliti lain melakukan analisis data yang berasal dari teleskop NASA dan ESA untuk mencari tahu asal usul elemen yang ditemukan di Bumi.

“Ini adalah pertanyaan fundamental terkait asal usul zat kompleks di alam semesta. Teka teki seru yang belum pernah dipecahkan,” katanya seperti dikutip dari siaran pers NASA, Rabu (30/4/2025).

Menurut NASA, alam semesta pada awalnya terdiri dari elemen hidrogen dan helium, serta sebagian kecil lithium. Kemudian, elemen yang lebih berat terbentuk di bintang, termasuk besi. Namun, tercipta dan tersebarnya elemen awal yang lebih berat dari besi seperti emas belum terpecahkan.

Penelitian yang dipimpin Patel atas data NASA dan ESA menemukan bahwa banyak elemen berat di atas ditemukan di suar (flare) yang berasal dari bintang neutron dengan daya tarik magnet tinggi, yang dikenal sebagian magnetar.

Patel dan rekan menduga 10 persen dari semua elemen yang lebih berat dari besi berasal dari suar magnetar raksasa. Magnetar diketahui sudah ada sejak masa-masa awal terbentuknya alam semesta. Artinya, emas pertama juga tercipta lewat proses serupa.

Bintang neutron, asal usul emas dan elemen lain yang lebih berat dari besi, adalah inti bintang yang meledak. Saking padatnya, satu sendok material bintang neutron beratnya di Bumi mencapai miliaran ton. Magnetar adalah bintang neutron dengan gaya magnet jauh lebih besar dibanding lainnya.

Sewaktu-waktu, magnetar melepaskan radiasi energi tinggi saat keraknya pecah dalam peristiwa “gempa bintang.” Gempa bintang biasanya juga terjadi bersamaan dengan letupan radiasi yang disebut sebagai suar magnetar raksasa. Dampaknya bahkan berpengaruh ke atmosfer Bumi.

Sampai saat ini, baru ada tiga suar magnetar raksasa di Bimasakti dan Awan Magellan yang berhasil diamati.

Patel dan rekan, beserta Brian Matzger, telah lama mempelajari cara radiasi dari suar raksasa terkait elemen berat terbentuk. Pembentukan ini diduga terjadi lewat pemrosesan inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat, dalam proses yang sangat cepat.

Proton dalam inti atom, adalah penentu jenis elemen dalam kategorisasi ilmiah. Hidrogen hanya punya satu proton, helium dua proton, lithium memiliki tiga proton, dan seterusnya.

Inti atom lainnya yaitu neutron, tidak menentukan jenis elemen, tetapi berpengaruh terhadap massanya. Saat jumlah neutron di dalam atom bertambah, atom menjadi tidak stabil. Kemudian, proses peluruhan radioaktif (nuclear decay) mengubah neutron menjadi proton sehingga mengubah jenis elemen tersebut. 

Contoh proses ini adalah perubahan atom emas menjadi merkuri, karena penambahan satu proton.

Kondisi di bintang neutron sangat unik karena kepadatan neutron yang sangat tinggi. Dalam proses itu, jumlah neutron dalam sebuah atom bisa dengan cepat bertambah yang berarti proses peluruhan radioaktif terjadi berulang kali. Hasilnya adalah terciptanya elemen “super berat” seperti uranium.

Saat astronom mengamati benturan antara dua bintang neutron pada 2017, mereka berhasil mengkonfirmasi bahwa peristiwa ini menciptakan emas, platina, dan elemen berat lainnya. Namun, peristiwa penggabungan dua bintang neutron tidak terjadi sejak awal alam semesta sehingga tidak bisa menjelaskan terciptanya emas dan elemen lain.

Penelitian oleh Metzger dengan beberapa peneliti dari Ohio State University menemukan potensi asal usul emas lain. Suar magnetar bisa memanas kemudian melontarkan kerak bintang neutron dalam kecepatan yang sangat tinggi, yang bisa menjadi asal usul emas.

Terobosan terjadi saat Burns mengamati data sinar gamma dari suar bintang raksasa pada Desember 2004. Ia mengidentifikasi sinyal misterius dari magnetar dalam data tersebut. Data yang dicatat Burns ternyata nyaris sama persis dengan prediksi yang disusun oleh Patel dan rekan.

Sinyal sinar gamma yang terekam 20 tahun lalu membuktikan model penciptaan elemen berat yang tercipta dan tersebar akibat suar magnetar raksasa.

Kesimpulan tersebut kemudian didukung juga dengan data misi Matahari NASA yaitu RHESSI (Reuven Ramaty High Energy Solar Spectroscopic Imager) dan satelit Wind.

Bulog Raup Pendapatan Rp 60,2 Triliun di 2024, Labanya Segini

Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya  saat Raker dan RDP bersama Mendag dengan Komisi VI DPR RI, Senin (3/3/2025). (Tangkapan layar Youtube Komisi VI DPR RI)

Di tengah gempuran tugas penyaluran bantuan dan pengadaan beras, Perum Bulog tetap berhasil menorehkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2024. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan ini mencetak laba sebesar Rp66,12 miliar.

Hal ini sebagaimana dibeberkan Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, pada Selasa (29/4/2025).

“Kinerja keuangan mencatat pendapatan Rp60,291 triliun dengan laba Rp66,12 miliar,” ungkap Novi.

Capaian tersebut, katanya, juga telah diaudit dan hasilnya laporan keuangan Bulog wajar tanpa pengecualian, menandakan pengelolaan keuangan perusahaan dinilai sehat dan transparan. Tak hanya sukses secara keuangan, Bulog juga melampaui target pengadaan beras dalam negeri.

Sepanjang tahun 2024, BUMN pangan ini telah berhasil menyerap 831.598 ton beras petani lokal, jauh di atas target yang ditetapkan sebesar 600 ribu ton.

Pekerja memeriksa cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Namun begitu, impor beras masih menjadi tulang punggung penyaluran stok nasional. Total volume beras impor sepanjang tahun lalu mencapai 3.847.506 ton.

Bulog juga mencatatkan kinerja impresif dalam distribusi bantuan pangan. Dari total target penyaluran 1.980.366 ton, telah berhasil disalurkan sebanyak 1.969.344 ton melalui tiga tahap, atau mencapai 99,44% dari target.

Di sisi lain, stok beras yang dikelola untuk kebutuhan premium dan komersial mencapai 1.962.567 ton, atau setara 163,55% dari target, menandakan adanya kesiapan Bulog menjaga stabilitas pangan nasional.

“Pengelolaan stok komoditas beras sejumlah 1.962.567 ton setara 163,55% dari target beras premium dan komersial,” pungkasnya.

Telkom Gelar Aksi Jalan Santai Sambil Pilah Sampah Plastik di Medan

Dok Telkom

Sebanyak 250 karyawan TelkomGroup yang berlokasi kerja di Kota Medan berpartisipasi aktif pada gelaran GoZero% Active Challenge & Clean-Up Walk, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan GoZero% Goes to Medan. Para peserta mengikuti kegiatan jalan santai sambil mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang dimulai dari kantor Telkom Regional 1 dan mengitari kawasan Car Free Day Lapangan Merdeka Medan.

Pada kesempatan ini, hadir Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Porman Juanda Marpomari Mahulae. Dia menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan rangkaian kegiatan GoZero% Goes to Medan. Dia menilai kegiatan ini sebagai inisiatif positif yang diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi pemicu bagi lebih banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

GoZero% Active Challenge & Clean-Up Walk merupakan salah satu bentuk konkret Telkom dalam menginternalisasi semangat keberlanjutan ke seluruh aspek kegiatan perusahaan. Selain mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas jalan santai, kegiatan ini juga mengajak para peserta untuk turut serta membersihkan lingkungan dari sampah plastik.

Plastik-plastik yang terkumpul nantinya akan dikelola dan didaur ulang oleh Recyclo, komunitas lokal penggiat pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis. Bersama dengan kegiatan tersebut juga dilaksanakan simbolisasi penyerahan bantuan kepada panti asuhan Zending yang dilakukan oleh EVP Telkom Regional 1 Dwi Pratomo Juniarto.

“Partisipasi aktif karyawan dalam kegiatan ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja Telkom. Kami percaya, perubahan besar untuk lingkungan dimulai dari kesadaran individu, dan melalui program ini kami ingin menginspirasi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga bumi,” ungkap EVP Telkom Regional 1 Dwi Pratomo Juniarto dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/4/2025).

Sementara itu, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menyampaikan bahwa semangat kolaborasi yang tercermin dalam kegiatan ini menunjukkan keberlanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi berbagai elemen, baik internal perusahaan maupun masyarakat.

“Melalui kegiatan GoZero% Active Challenge & Clean-Up Walk, kami ingin mendorong terciptanya budaya sadar lingkungan yang dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah dan berjalan kaki untuk menjaga kebersihan sekaligus menyehatkan,” ujar Gunawan.

Dia menegaskan dengan semangat kolaboratif dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, GoZero% Active Challenge & Clean-Up Walk menjadi simbol semangat baru dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

“Telkom berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program-program ESG yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas dia.

Masih Ada Pemutihan, Bayar Pajak Kendaraan Rp24 Juta Jadi Rp4 Juta

Warga antre untuk melakukan pemeriksaan fisik kendaraan wajib pajak untuk pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (11/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan program Pemutihan Pajak Kendaraan 2025. Masyarakat pun menyambut baik dan merasa terbantu akan adanya program ini.

“Saya cek sebelumnya tunggakan saya itu senilai 24 juta dan sekarang itu saya bisa bayar hanya Rp4 juta saja.Terima kasih kepada Bapak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, saya lebih bersemangat lagi untuk mengikuti aturan pemerintah,” ujarnya dengan lega, mengutip dari video yang diunggah @bapenda.jabar, Sabtu (22/3/2025).

Dalam program ini, seluruh tunggakan pokok dan denda pajak kendaraan tahun-tahun sebelumnya dihapuskan. Wajib pajak di wilayah hukum Polda Jabar dan Polda Metro Jaya hanya perlu membayar pajak kendaraan untuk tahun berjalan. Program ini berlangsung mulai dari 20 Maret hingga 6 Juni 2025.

Warga lainnya juga mengatakan sangat terbantu oleh program ini Seorang ibu yang ikut serta dalam program pemutihan pajak mengungkapkan kegembiraannya. “Jadi nggak perlu bayar yang lima tahun itu, sekarang cukup satu tahun yang berjalan. Itu menyenangkan,” katanya.

Senada dengan itu, seorang bapak yang ikut mengurus pajak kendaraannya merasa puas dengan prosesnya. “Untuk pengurusannya lumayan cepat. Alhamdulillah sangat membantu buat saya,” ujarnya.

Dengan adanya pemutihan pajak ini, pemerintah Provinsi Jawa Barat mengharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya membayar pajak tepat waktu, serta dapat lebih ringan dalam memenuhi kewajiban mereka.

Megathrust ‘Meledak’, Banten-Lampung Digulung Tsunami Hitungan Menit

Segmen Megathrust di Indonesia. (Dok. BRIN)

Ancaman gempa Megathrust kembali menjadi sorotan serius di Indonesia. Sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia memiliki 13 segmen Megathrust yang tersebar di berbagai wilayah.

Dua segmen yang paling berisiko tinggi adalah Megathrust di selatan Pulau Jawa dan Segmen Enggano di sekitar Sumatera, yang keduanya berpotensi berdampak besar terhadap wilayah di sekitar Selat Sunda.

Terutama untuk selatan Jawa Barat yang memanjang hingga Selat Sunda, para peneliti memperingatkan, energi yang terkunci di zona subduksi ini terus bertambah seiring waktu. Jika energi ini dilepaskan sekaligus, dampaknya bisa memicu gempa besar hingga magnitudo 8,7.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa menjelaskan, pelepasan energi ini tidak hanya memicu guncangan kuat, tapi juga menggerakkan kolom air laut dan membentuk tsunami besar. Menurut hitungannya, jika Megathrust di wilayah Pangandaran pecah, gelombang tsunami setinggi 20 meter bisa terjadi dan menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Banten, Lampung, bahkan sampai ke Jakarta.

“Semua pesisir Banten akan terdampak, hanya saja tinggi tsunaminya berbeda-beda,” ujar Rahma kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Di kawasan pesisir Banten, tsunami diprediksi bisa mencapai ketinggian antara 4 hingga 8 meter. Sementara di pesisir Lampung, kata ia, seluruh wilayah yang menghadap Selat Sunda disebut akan terkena dampaknya.

Untuk Jakarta, tsunami diperkirakan mencapai pesisir utara dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,8 meter. Namun, waktu kedatangannya lebih lambat dibanding daerah lain, tsunami baru diperkirakan tiba di Jakarta setelah 2,5 jam sejak gempa terjadi.

“Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit. Tapi di Jakarta Utara, tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelas Rahma.

BRIN pun mengajak masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap risiko Megathrust. Risiko Megathrust bukan hanya gempa dan tsunami, tapi juga kerusakan infrastruktur, gangguan layanan dasar, dampak sosial ekonomi, hingga korban jiwa.

Usulan Pemekaran Wilayah Mengemuka, Termasuk Solo Jadi Daerah Istimewa

Pura Mangkunegaran Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik mengatakan ada 42 usulan pembentukan provinsi, 252 pembentukan kabupaten dan 36 kota yang diterima hingga April 2025. Lalu ada enam usulan untuk daerah istimewa dan lima usulan untuk otonomi khusus.

“Sampai dengan bulan April 2025, izin kita mendapat banyak PR ada 42 usulan pembentukan provinsi, 252 kabupaten, 36 kota, ada enam yang meminta daerah istimewa, juga ada lima meminta daerah khusus,” kata Akmal dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI, Kamis (24/4/2025).

Akmal tidak merinci daerah-daerah yang meminta untuk pemekaran daerah itu. Ia hanya mengatakan usulan itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan DPR untuk membahasnya.

“Tentu izin sekali lagi ini merupakan PR kita bersama karena undang-undang mengamanatkan agar pemerintah dan DPR untuk melakukan langkah-langkah informasi ke depan,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse mengatakan berdasar paparan dari Akmal, diketahui banyak daerah otonom baru yang kondisinya jauh dari harapan. Menurutnya, pemerintah dan DPR harus fokus membenahi daripada menambah daerah baru.

“Sekaligus kita mengevaluasi apa yang terjadi dengan DOB tersebut daripada menambah menambah pemekaran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II lainnya, Aria Bima mengatakan perlu kajian lebih lanjut terkait dengan usulan daerah istimewa.

“Kita tidak gegabah hanya karena faktor-faktor tertentu, karena pada prinsipnya negara kesatuan ini, kita ini satu kesatuan wilayah, satu kesatuan administrasi, satu kesatuan ekonomi, yang antardaerah itu harus ada perasaan yang adil,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti jangan sampai pemberian daerah istimewa menimbulkan rasa ketidakadilan bagi daerah-daerah lain.

Aria mengatakan salah satu yang meminta menjadi daerah istimewa adalah Solo.

“Seperti daerah saya Solo, minta pemekaran dari Jawa Tengah dan diminta dibikin Daerah Istimewa Surakarta, karena secara historis mempunyai suatu kekhususan di dalam proses terhadap melakukan perlawanan terhadap zaman penjajahan dulu dan mempunyai kekhasan sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dan kebudayaan,” ujar dia.

Togel 4D

Tambang 1 Hektar Bisa Kelar Hitungan Jam Berkat Teknologi Ini

Politikus Partai Gerindra, Nezar Patria tiba di Jalan Kartanegara, Selasa, 15/10. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Transformasi sektor pertambangan makin nyata dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria membeberkan bagaimana AI telah mendisrupsi cara kerja industri tambang secara revolusioner.

Ia memberi contoh, 1 lahan yang kurang lebih 1 hektar bisa dikerjakan hanya dalam tempo jam. Padahal biasanya dengan menggunakan manusia itu harus dilakukan kurang lebih satu pekan.

Menurutnya, penggunaan gabungan machine learning dan computer vision dalam proses tambang telah mengakselerasi produktivitas secara signifikan.

“Itu ilustrasi bagaimana optimalisasi itu bisa dilakukan,” ujar Nezar dalam gelaran Indonesia AI Mining Day di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Nezar mengaku sempat cemas sekaligus kagum saat menyaksikan langsung alat berat seperti ekskavator, truk, dan buldoser yang kini dapat beroperasi secara otonomus tanpa kendali manusia.

“Itu yang namanya ekskavator, truck, bulldozer, dan segala macam alat-alat berat itu yang bisa bergerak unmanned tanpa dikemudikan oleh manusia, bisa bergerak sendiri dan otonomus,” jelasnya.

Meskipun teknologi ini telah dikenalkan sejak empat tahun lalu, Nezar menilai perkembangan AI di sektor tambang sangat cepat.

Ia menyebut bahwa apa yang dulunya fiksi ilmiah, sekarang menjadi fakta ilmiah.

Tak hanya mempercepat proses produksi, AI juga mampu meningkatkan efisiensi supply chain, mendorong kegiatan pertambangan yang lebih berkelanjutan, serta meminimalkan dampak lingkungan melalui pendekatan dekarbonisasi.

Meski demikian, Nezar mengingatkan bahwa efisiensi energi akan menjadi isu penting di masa depan, seiring meningkatnya kebutuhan daya untuk mengoperasikan AI.

“Jadi persaingan membuat GPU yang makin canggih dengan less power consumption itu saya kira akan menjadi trend dalam perkembangan industri AI ke depan.” pungkasnya.

Punya Mata Uang Terlalu Sakti, Negara Kaya Ini Pusing Tujuh Keliling

Swiss franc. (FABRICE COFFRINI / AFP)

Swiss Franc mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini justru menjadi persoalan besar bagi Swiss National Bank (SNB).

Dilansir dari Refinitiv, franc Swiss tampak menguat lebih dari 9% terhadap dolar AS secara year to date/ytd.

Bahkan swiss Franc pernah berada di posisi terkuat sejak 2011 beberapa hari lalu.

Lonjakan nilai mata uang franc Swiss terhadap dolar AS dipicu oleh ketidakpastian kebijakan AS. Investor melihat ketidakpastian meningkat dan instrumen berdenominasi dolar AS kurang menarik. Franc pun kemudian menjadi pilihan banyak investor sebagai safe haven.

Namun, kenaikan franc tidak selamanya disambut gembira. Bank sentral Swiss (SNB) justru dipaksa keras untuk mengendalikan franc. SNB kemungkinan besar harus melakukan intervensi untuk mengurangi laju kenaikan franc. Industri Swiss berharap lonjakan mata uang safe haven dapat dijinakkan sebelum memberikan pukulan lain terhadap sektor yang terancam tarif.

Dikutip dari Reuters, franc Swiss telah melonjak sekitar 9% terhadap dolar sepanjang bulan ini, dan diperkirakan mengalami kenaikan bulanan terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008.

Tidak hanya terhadap dolar AS, franc Swiss juga tampak sangat perkasa dengan kenaikan sekitar 2,6% selama April ini.

Kekhawatiran Terhadap Kenaikan Franc Swiss

Lonjakan franc menimbulkan risiko serius bagi ekonomi Swiss, terutama terhadap target inflasi Swiss National Bank (SNB) yang berada di kisaran 0-2%. Penguatan franc membuat impor menjadi lebih murah, franc yang lebih kuat semakin menekan inflasi yang saat ini sudah mendekati nol.

Selain itu, eksportir Swiss juga terpukul karena nilai tukar yang tinggi membuat produk mereka lebih mahal di pasar internasional. Kenaikan franc menjadi beban tambahan di tengah ancaman tarif AS sebesar 31% terhadap Swiss.

Jean-Philippe Kohl dari Swissmem menyebut kondisi ini sebagai “bahan terakhir dalam koktail beracun bagi industri Swiss”, mengingat perusahaan-perusahaan sudah menghadapi permintaan global yang lemah dan ketidakpastian perdagangan.

Kendati tidak secara eksplisit meminta tindakan dari SNB, Swissmem menyambut baik potensi intervensi untuk menahan penguatan franc. Namun, pemangkasan suku bunga tidak dianggap efektif, mengingat suku bunga utama SNB saat ini sudah rendah (0,25%) dan bahkan diperkirakan bisa turun lebih jauh.

Sebaliknya, intervensi di pasar valuta asing dianggap sebagai alat yang lebih efektif. Ini akan menjadi perubahan besar bagi SNB, yang pada tahun lalu lebih banyak menjual mata uang asing untuk memperkuat franc dalam upaya meredam inflasi, dibandingkan membeli valuta asing untuk melemahkannya.

Namun, intervensi membawa risiko geopolitik. Misalnya, pada 2020, AS sempat menuduh Swiss sebagai manipulator mata uang, ketika SNB melakukan pembelian besar-besaran terhadap mata uang asing.

Chris Turner dari ING menambahkan bahwa salah satu alasan kekuatan franc saat ini, selain karena statusnya sebagai safe haven, adalah keraguan pasar terhadap kemampuan SNB untuk melakukan intervensi dalam skala besar seperti di masa lalu.

Kesimpulannya, SNB berada di posisi sulit, antara mempertahankan stabilitas harga dan menghindari ketegangan dengan mitra dagang besar seperti AS. Sementara industri Swiss berada di bawah tekanan dari berbagai arah.

Aksi SNB Hadapi Franc

SNB berada di bawah tekanan untuk mengendalikan lonjakan nilai tukar franc, yang bisa membahayakan stabilitas harga dan memperburuk prospek ekspor. Kendati SNB menyatakan bahwa mereka tidak memanipulasi mata uang, mereka tetap membuka kemungkinan untuk intervensi di pasar valuta asing jika inflasi terancam. Mereka juga menyebut suku bunga negatif bisa kembali diterapkan, meskipun opsi ini tidak disukai oleh bank, penabung, dan dana pensiun karena pernah diterapkan dari 2014 hingga 2022 dan menimbulkan banyak keluhan.

Menurut ekonom UBS Maxime Botteron, SNB mungkin sudah diam-diam menjual franc dalam skala terbatas, namun intervensi besar-besaran belum terlihat. Ia menilai intervensi lebih fleksibel dibandingkan pemotongan suku bunga. SNB bisa masuk ke pasar, menjual franc, lalu berhenti begitu nilai tukar sedikit mereda.

SNB sendiri menolak berkomentar mengenai nilai franc atau langkah konkret yang akan diambil. Namun, fokus pasar tampaknya tertuju pada penguatan franc terhadap euro, mengingat 57% impor Swiss menggunakan euro. Bandingkan dengan hanya 13% yang menggunakan dolar. Karena itu, apresiasi terhadap euro memiliki dampak langsung pada inflasi, yang menjadi target utama kebijakan moneter SNB.

SNB menyatakan bahwa mereka tidak memantau pasangan mata uang tertentu, melainkan melihat nilai tukar berdasarkan keranjang mata uang. Namun, jika inflasi terganggu, mereka siap bertindak.

Patrick Saner dari Swiss Re menilai bahwa intervensi semakin mungkin dilakukan, terutama karena nilai tukar riil efektif franc kini telah menyentuh level tertinggi sejak 2015. Ia menyebut bahwa kecepatan dan besarnya lonjakan nilai tukar sejak 2 April menjadikan momen ini semakin mendekati ambang batas SNB untuk bertindak.

Meski diplomasi internasional dan citra politik turut diperhitungkan, Saner menekankan bahwa jika stabilitas harga terancam, intervensi sangat mungkin dilakukan.

Kas138