PBB Dihantam Krisis Keuangan Gegara AS Nunggak, Siap PHK Besar-Besaran

Gambar bendera logo PBB, di New York City, Amerika Serikat, Selasa 20 September 2022. (Getty Images/NICOLAS MAETERLINCK)

Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah bersiap menghadapi gelombang pemangkasan besar-besaran. Dalam memo internal yang diperoleh Reuters, disebutkan bahwa lembaga dunia tersebut akan memotong anggaran tahunan sebesar 20% dari total US$3,7 miliar dan berpotensi memangkas sekitar 6.900 pekerjaan, atau hampir seperlima dari tenaga kerjanya.

Langkah penghematan ini dilakukan di tengah krisis keuangan yang makin memburuk, sebagian besar dipicu oleh kegagalan Amerika Serikat membayar kontribusi wajibnya. Sebagai negara penyumbang hampir seperempat dana tahunan PBB, kegagalan AS dalam memenuhi kewajiban keuangannya-termasuk tunggakan dan kontribusi tahun fiskal berjalan-telah menciptakan kekosongan dana sebesar hampir US$1,5 miliar.

Namun, dalam memo internal yang ditulis oleh Chandramouli Ramanathan, Kepala Pengelola Keuangan PBB, tidak disebutkan secara langsung soal tunggakan Amerika Serikat. Sebaliknya, Ramanathan menyebut pemangkasan anggaran ini sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh bertajuk “UN80” yang diluncurkan sejak Maret lalu.

“Ini adalah upaya ambisius untuk memastikan bahwa PBB siap menghadapi tantangan multilateralisme abad ke-21, mengurangi penderitaan manusia, dan membangun kehidupan serta masa depan yang lebih baik untuk semua,” tulis Ramanathan dalam memo tersebut. Ia meminta semua divisi untuk menyerahkan rencana pemotongan mereka paling lambat 13 Juni. Rencana ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026, seiring dimulainya siklus anggaran berikutnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyampaikan dalam beberapa pengarahan kepada para diplomat bahwa reformasi besar-besaran sedang dipertimbangkan. Ia menyatakan kemungkinan penggabungan beberapa departemen utama, pengalihan sumber daya antar wilayah, hingga pemindahan kantor ke kota-kota dengan biaya operasional lebih murah.

“Ini adalah masa yang penuh bahaya, tetapi juga masa yang sarat peluang dan tanggung jawab,” kata Guterres pada 12 Mei lalu.

“Jangan salah: keputusan yang tidak nyaman dan sulit ada di depan kita. Akan lebih mudah untuk menghindarinya atau menundanya, tetapi jalan itu adalah jalan buntu.”

Selain itu, Guterres juga menyatakan rencana penghapusan birokrasi yang dianggap tumpang tindih dan tidak efisien, serta kemungkinan konsolidasi beberapa badan PBB.

Peran Amerika Serikat dan China

Kegagalan AS membayar kontribusinya bukan satu-satunya masalah. Tertundanya pembayaran rutin dari China, negara penyumbang terbesar kedua, turut memperparah krisis likuiditas PBB. Bersama-sama, AS dan China bertanggung jawab atas lebih dari 40% pendanaan badan dunia ini.

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang sejak kembali menjabat telah memangkas dana bantuan luar negeri secara signifikan. Ratusan juta dolar dana diskresioner telah ditarik, memaksa puluhan program kemanusiaan PBB berhenti mendadak. Pejabat PBB menyatakan bahwa keputusan ini akan berdampak langsung terhadap kehidupan jutaan orang di berbagai belahan dunia.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS enggan memberikan komentar terkait rencana pemotongan PBB, namun menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh atas pendanaan organisasi internasional, termasuk PBB, sedang berlangsung atas perintah Trump dan akan selesai awal Agustus. “Pendanaan untuk PBB, bersama dengan organisasi internasional lainnya, saat ini sedang dikaji ulang,” katanya.

Pada April lalu, Tom Fletcher dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan bahwa lembaganya harus memangkas 20% stafnya akibat kekurangan dana sebesar US$58 juta yang ditimbulkan oleh penarikan dana AS.

Richard Gowan, Direktur PBB dari lembaga think tank International Crisis Group, menilai bahwa langkah Guterres ini bisa jadi merupakan taktik diplomatik untuk meredakan tekanan dari Washington.

“Para diplomat percaya bahwa Guterres berharap, jika ia menunjukkan kesediaan untuk memangkas anggaran secara sukarela, maka pemerintahan Trump akan melunak dan tidak jadi menghentikan seluruh pendanaan ke PBB,” kata Gowan.

Namun ia juga memperingatkan bahwa harapan tersebut bisa tidak membuahkan hasil. “Itu mungkin saja berhasil. Tapi juga mungkin pemerintah AS hanya akan menerima pemotongan itu tanpa memberikan konsesi apa pun,” tambahnya.

Kera4d

Shell Resmi Lepas Bisnis SPBU di RI, Ternyata Ini Alasannya

Stok BBM di SPBU Shell di Graha Raya, Tangerang terpantau masih kosong per Senin (03/02/2025). (CNBC Indonesia)

PT Shell Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari Shell plc, resmi melepas kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Adapun, pihak pembelinya merupakan perusahaan patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea mengatakan pengalihan kepemilikan bisnis ini mencakup jaringan SPBU Shell serta kegiatan pasokan serta distribusi BBM di Indonesia. Namun tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang berkembang di Indonesia.

“Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa. Setelah proses pengalihan kepemilikan ini selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia, produk BBM akan dipasok melalui Shell dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi,” ujar Susi dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (30/5/2025).

Adapun alasan Shell memutuskan untuk mengalihkan kepemilikan seluruh SPBU-nya di Indonesia yakni sebagai bentuk strategi Shell untuk transformasi portofolio.

“Dan sejalan dengan komitmen Capital Markets Day Shell,” tulis keterangan Shell.

Lebih lanjut, Susi menambahkan, setelah proses pengalihan kepemilikan selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek.

Shell menggunakan model lisensi merek untuk bisnis Mobility & Convenience di lebih dari 50 pasar di seluruh dunia sehingga para pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi.

“Perjanjian lisensi mengizinkan penerima lisensi hak untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek,” katanya.

Ia pun memastikan kegiatan operasional jaringan SPBU Shell di Indonesia tidak akan berubah sebagai akibat dari pengumuman pengalihan kepemilikan ini. Tim yang melayani para pelanggan di jaringan SPBU Shell tidak akan berubah dan kegiatan bisnis jaringan SPBU Shell akan terus berjalan seperti biasa.

“Shell tetap berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional yang aman dan andal,” pungkas Susi.

Deretan Saham Konglo Jadi Jawara IHSG Selama Mei 2025

Intip Harta Orang Terkaya RI Dari Dividen, Sosok Ini Terbesar

Saham konglomerat sering menjadi pilihan favorit para investor. Terdapat beberapa alasan utama yang berkaitan dengan stabilitas, diversifikasi, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Saham konglomerat juga memiliki berbagai lini bisnis di berbagai sektor industri. Diversifikasi ini dapat mengurangi risiko jika satu sektor sedang lesu, sektor lain bisa menopang kinerja keuangan. Portofolio bisnis yang luas cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

Dengan banyaknya sumber pendapatan, konglomerat umumnya memiliki arus kas dan pendapatan yang lebih stabil, sehingga membuat investor lebih percaya diri untuk berinvestasi jangka panjang. Dan memberikan peluang untuk dividen yang konsisten.

Konglomerat besar umumnya dikelola oleh tim manajemen yang berpengalaman dan telah melalui berbagai krisis ekonomi. Hal ini pun dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap tata kelola perusahaan. Dan mengurangi risiko keputusan yang buruk dalam bisnis.

Karena reputasi dan skala usahanya, konglomerat lebih mudah mendapatkan pendanaan dari bank atau pasar modal, sehingga perusahaan bisa melakukan ekspansi atau akuisisi lebih agresif. Dan potensi pertumbuhan jangka panjangnya lebih tinggi.

Saham-saham konglomerat umumnya tergolong blue chip dan termasuk dalam indeks utama (seperti LQ45 atau IDX30), sehingga lebih banyak diperdagangkan alias likuid. Dan lebih mudah masuk dan keluar bagi investor besar.

Karena kredibilitas dan skala bisnisnya, saham konglomerat sering menjadi incaran investor institusional, seperti manajer investasi dan dana pensiun. Hal ini membuat harga saham lebih stabil, dan lebih sedikit volatilitas liar.

Terpantau beberapa saham konglomerat masih mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan dan mampu menjadi penopang IHSG di sepanjang Mei 2025.

IHSG masih mencatatkan kenaikan hingga 6,04% di sepanjang Mei 2025. Kenaikan ini lebih baik dibandingkan periode bulan-bulan sebelumnya dimana Maret tercatat tumbuh 3,83% dan April menguat 3,93%.

Saham-saham konglomerat pun ikut berkontribusi terhadap penguatan IHSG. Lantas siapa sajakah saham-saham konglomerat yang masih mencatatkan kenaikan signifikan di sepanjang Mei 2025?

Prabowo-Macron Teken Kerja Sama US$ 11 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Pemerintah Indonesia menyepakati sekitar 26 kesepakatan kerjasama dengan Perancis. Seperti yang diketahui, Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih jauh antara Indonesia dan Perancis. Hal ini dilakukan dengan mengeluarkan deklarasi visi bersama di tahun 2050.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa nilai kerjasama tersebut mencapai US$11 miliar (Rp 179 triliun).

“Saya hitung total nota kesepahamannya, paling tidak US$11 miliar, Jadi itu betul-betul inti dari pidato kedua pemimpin kita yang akan membawa Indonesia dan Prancis ke tingkat selanjutnya. Tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antarpelaku usaha dan selanjutnya antarmasyarakat,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia-France Business Forum, Rabu (28/5/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa jumlah Memorandum of Understanding terdiri dari 16 kesepakatan yang ditandatangani pagi ini di Istana negara dan 10 lainnya dalam acara Indonesia-France Business Forum.

“Saya ingin melaporkan bahwa Presiden Indonesia juga menyampaikan bahwa memorandum awal kita sudah diserahkan ke OECD. Mudah-mudahan minggu depan kita sudah ada pertemuan dewan menteri. Dari situ, baru proses selanjutnya di Indonesia,” ujarnya.

Berikut 26 nota kesepakatan yang ditandatangani hari ini, Rabu (28/5/2025):

1. MoU for the Cooperation on Diplomatic Capacity Building

2. MoU on Mutual Protection of Classified Information MPCIA

3. Letter of Intent on Strategic Defense Cooperation

4. Declaration of Intent concerning Cooperation in the field of Agriculture

5. Letter of Intent on Critical Minerals Cooperation

6. Declaration of Intent in the field of Sustainable Forestry

7. MoU on Cooperation in the field of Creative Economy

8. MoU on Cooperation in the field of Culture

9. Declaration of Intent on Cooperation in the field of Disaster Risk Management

10. MoU on Cooperation in the Transportation Sector

11. Cooperation Agreement between Pordasi and FFI Avasec AFCE France Galop on the Development of Sport Horse Cooperation

12. Memorandum of Understanding antara MEDEF International and KADIN tentang Keamanan Pangan dan Program Makanan Bergizi Gratis

13. Memorandum of Understanding antara PT. APINDO and MEDEF tentang Penguatan Kerjasama Bisnis Keluarga Indonesia dan Prancis

14. Memorandum of Understanding antara PT Istana Karang Laut and SEAOWL SAS mengenai Proyek Penyulingan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF)

15. Kesepakatan Bersama antara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) and PT.HDF Energy Indonesia tentang Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau di Provinsi Nusa Tenggara Timur

16. Memorandum of Understanding antara PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (PT SMART Tbk.) dan Pacemar

17. Memorandum of Understanding antara Crédit Agricole Corporate and Investment Bank (CACIB) and DANANTARA tentang Kerjasama untuk Mendukung Pertumbuhan dan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

18. Memorandum of Understanding antara PT Pertamina New and Renewable Energy and MGH Energy tentang Pengembangan Bahan Bakar Rendah Karbon dan Terbarukan

19. Memorandum of Understanding antara PT Bio Farma (Persero) dan Bionet France tentang Pengembangan Vaksin Rekombinan Gabungan

20. Memorandum of Understanding antara PT SMART Tbk. dan the Centre de Cooperation Internationale en Recherche Agronomique pour le Developpement (CIRAD) mengenai penelitian bersama tentang minyak kelapa sawit

21. Memorandum of Understanding antara Alstom and MRT Jakarta

22. MoU Badan Gizi Nasional and Danone

23. MoU Danantara dengan Eramet

24. Investment RGE Indonesia and Total Energies

25. Investmen Agreement between PT Citra Bonang Indonesia

dan Lessaffre

26. MoU PT Sarana Multi Infrastruktur, PT PLN, dan HDF Energy

Kas138

Perintah Trump Tak Dianggap Gara-Gara Sekrup

FILE - People try out iPhone products at an Apple Store in Beijing on Sept. 28, 2021. Apple's annual World Wide Developers Conference on Monday, June 10, 2024, is expected to herald the company's move into generative artificial intelligence, marking its late arrival to a technological frontier that's expected to be as revolutionary as the invention of the iPhone. (AP Photo/Andy Wong, File)

Ambisi Presiden Donald Trump memaksa Apple merakit iPhone di Amerika Serikat terhalang banyak kendala, salah satunya adalah sekrup mungil.

Apple saat ini memiliki dua pusat produksi iPhone utama yaitu China dan India. Trump ingin agar Apple membuka pabrik iPhone di AS yang bisa memenuhi seluruh permintaan dari pasar AS.

Bahkan pada Jumat (26/5/2025), Trump mengancam mengenakan tarif impor khusus untuk produk iPhone yang dijual di AS tetapi dirakit di luar negeri. Ia kemudian menjelaskan bahwa tarif tersebut juga akan dikenakan kepada smartphone merek lain, termasuk Samsung, mulai Juni 2025.

“Jika tidak begitu, tidak adil. [CEO Apple] Tim [Cook] seharusnya sudah paham, ia tidak boleh melakukan ini. Ia menyatakan akan membangun pabrik di India. Saya bilang, oke, boleh saja pindah ke India, tetapi Anda tidak bisa berjualan di sini tanpa tarif,” kata Trump.

Namun, realisasi pembangunan pabrik iPhone di AS sepertinya sangat sulit. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Bulan lalu, Lutnick sesumbar kepada CBS bahwa bakal tercipta lapangan kerja untuk “jutaan orang memasang sekrup, sekrup yang sangat kecil, untuk membuat iPhone” yang diotomatisasi. Hal ini, lanjutnya, akan menyerap banyak sekali pekerja berkeahlian seperti mekanik dan ahli listrik.

Namun, dia menyatakan hal yang berbeda kepada CNBC International. Ia menjelaskan bahwa teknologi yang dibutuhkan untuk proses perakitan tersebut belum ada.

“Ia [Cook] bilang, membutuhkan lengan robot, untuk melakukan dengan skala dan presisi yang memungkinkan untuk memindahkan proses produksi ke AS. Jika sudah ada teknologinya, hari itu juga produksi pindah ke sini,” kata Lutnick.

Analis dari Wedbush, Dan Ives, menyatakan proses memindahkan produksi iPhone dari luar negeri ke AS bisa membutuhkan 10 tahun dan membuat harga iPhone melonjak hingga US$ 3.500 (Rp 56 juta). Saat ini, iPhone versi termahal dibanderol dengan harga US$ 1.200 (Rp 20 juta) di pasar AS.

“Kami percaya konsep iPhone produksi Amerika cuma dongeng, tak mungkin,” kata iVes.

Hambatan lain yang bakal ditemui Trump adalah hambatan hukum. Trump mengancam memaksa Apple memindahkan pabrik ke AS mengandalkan UU Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional. UU itu memberikan Presiden AS kekuasaan untuk melakukan tindakan ekonomi setelah menetapkan ada ancaman luar biasa terhadap AS.

Aturan khusus hanya untuk perusahaan tertentu hanya bisa ditetapkan lewat proses penyelidikan.

“Tidak ada UU yang memberikan kekuasaan untuk menetapkan tarif untuk perusahaan tertentu, tetapi Trump bisa saja bilang itu termasuk dalam kekuasaan dalam kondisi darurat,” kata Sally Stewart Laing, pengacara dari Akin Gump.

Saat ini, sebanyak 12 negara bagian menggugat penggunaan “kondisi darurat” tersebut saat Trump menaikkan tarif untuk semua negara di dunia.

Tanda WhatsApp Disadap Jarak Jauh Muncul Ini, Begini Cara Setopnya

Infografis: Simak yah! Ini Ciri-Ciri WhatsApp sedang Disadap

Para pengguna WhatsApp wajib memahami tanda dan cara mengatasi masalah penyadapan yang terjadi pada aplikasi tersebut. Hal ini sangat penting agar pihak pengguna terhindar dari hal-hal buruk akibat penyadapan tersebut.

Penyadapan tentu akan merugikan pengguna, mengingat peretas juga dapat mengawasi aktivitas di WhatsApp yang meliputi pesan pribadi dan isi kontak yang dimiliki pengguna. Dampak yang mengerikan lainnya dari akun WhatsApp disadap adalah bisa berujung pada terkurasnya isi rekening pribadi milik pengguna.

Ada banyak cara peretas untuk melakukan pembajakan dan memata-matai calon korban. Di antaranya dengan memasang aplikasi pihak ketiga, memanfaatkan WhatsApp Web, hingga mengirimkan malware ke ponsel.

Hal ini bisa sangat membahayakan, apalagi Whatsapp kini juga digunakan untuk menerima One Time Password dari berbagai aplikasi, termasuk aplikasi belanja online dan finansial.

Berikut ini adalah tanda-tanda yang bisa dikenali ketika WhatsApp hendak disadap:

1. OTP

One Time Password (OTP) merupakan enam angka kode dan biasanya dikirimkan ke SMS saat akan mengakses WhatsApp. Dengan begitu, jika ada pesan yang masuk, maka ada pihak yang berusaha masuk ke akun WhatsApp. Jangan berikan kode OTP ini pada siapapun.

2. Keluar dari WhatsApp

Salah satu ciri yang bisa dikenali adalah tiba-tiba keluar dari WhatsApp. Bisa jadi ada perangkat lain yang mencoba masuk ke akun WhatsApp. Anda bisa mengetahui perangkat lain itu dengan menekan ikon tiga titik dan pilih WhatsApp Web.

3. Pesan Terbaca

Saat ada pesan yang sudah terbuka dan dibaca, Anda harus berhati-hati. Hal ini bisa jadi pertanda akun kamu telah dibajak.

4. Pesan Terkirim Sendiri

Ciri ini sama seperti penjelasan sebelumnya. Harap waspada jika tiba-tiba ada pesan yang terkirim sendiri, padahal Anda tidak pernah mengirimkannya.

5. Status WA Asing

Terdapat status Whatsapp yang tiba-tiba muncul, padahal bukan dibuat oleh pengguna sendiri.

6. Melakukan panggilan telepon

Terdapat panggilan telepon asing di WhatsApp yang bukan dibuat oleh pengguna sendiri.

Sebelum penyadapan seperti di atas terjadi pada Anda, ada cara yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan verifikasi dua langkah atau two-step verification.

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Agar terhindar menjadi korban penyadapan WhatsApp, segera lakukan verifikasi dua langkah. Dengan cara tersebut, pelaku kejahatan tak bisa mengakses WhatsApp, karena tak mengetahui kode yang digunakan. Berikut ini cara mengaktifkannya:

  • Klik opsi tiga titik
  • Masuk ke Settings, lalu menuju Account dan klik Two-Step Verification
  • Tekan Enable
  • Masukkan enam kode
  • Jangan lupa masukkan alamat email untuk memulihkan kode saat lupa

Namun, kalau penyadapan sudah telanjur terjadi, maka Anda bisa menggunakan cara ini.

Lapor ke WhatsApp

Saat mengetahui akun telah diretas, langsung nonaktifkan akun segera. Pengguna bisa menghubungi email dukungan WhatsApp di [email protected] dengan keyword “Lost/stolen: please deactivate my account” di badan email untuk menonaktifkan akun.

Setelah itu, pengguna bisa menyampaikan detail kronologi kejadian, termasuk kapan dan kemungkinan bagaimana akun diretas.

Pengguna kemudian punya waktu 30 hari untuk mengaktifkan kembali akun sebelum dihapus selamanya.

Log in Ulang

Pengguna bisa melakukan instal ulang WhatsApp untuk menangani penyadapan. Langkah ini dapat dilakukan jika pengguna telah menekan tombol persetujuan memindahkan akun.

Perlu diingat, instal ulang dengan nomor yang telah terdaftar sebelumnya. Dengan begitu, WhatsApp bisa mengetahui kode OTP yang dikirimkan ke nomor tersebut.

Kunci Layar Akun WhatsApp

Cara terakhir adalah mengunci layar seperti yang ada pada perangkat Android. Dengan begitu, tidak ada orang lain yang bisa mengaksesnya. Caranya buka menu Pengaturan > Privasi > pilih opsi Kunci Layar > Pindai sidik jari.

Rajin Cek WhatsApp Web

Selain itu, pengguna juga perlu rajin untuk memeriksa perangkat lain yang login menggunakan WhatsApp versi web. Apabila ada perangkat yang tidak dikenal, maka segera keluarkan.

Begini cara mengecek perangkat yang terhubung lewat WhatsApp Web:

  • Tekan opsi tiga titik
  • Klik WhatsApp Web
  • Berikutnya akan terlihat daftar perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp
  • Pilih Keluar dari semua perangkat.

Tertinggi di Era Prabowo, Dana Asing Triliunan Rupiah Berebut Masuk RI

Catatan Aliran Dana Asing pada Minggu Pilpres

Arus dana asing masuk besar-besaran ke pasar keuangan domestik pada pekan ini. Dana asing yang masuk dalam sepekan kemarin menjadi yang terbesar di era Presiden Prabowo Subianto.

Bank Indonesia merilis data transaksi 19-22 Mei 2025, secara agregat investor asing tercatat beli neto sebesar Rp14,73 triliun.

Pembelian itu terbagi menjadi sebesar Rp1,54 triliun di pasar saham serta beli neto sebesar Rp14,13 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Namun, di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat jual bersih sebesar Rp 0,95 triliun.

Catatan inflow sebesar Rp 14,73 triliun adalah yang tertinggi sejak pekan ketiga September (17-19 September 2024) atau sebelum era Presiden Prabowo.Artinya, net inflow pekan ini adalah yang terbesar di era Prabowo.

Sepanjang 2025 berdasarkan data setelmen s.d. 22 Mei 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp47,52 triliun di pasar saham dan Rp14,52 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp40,06 triliun di pasar SBN.

Inflow melonjak ke Emerging Markets, termasuk Indonesia, dalam dua pekan terakhir. Lonjakan dana asing yang masuk ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan pemerintahan Trump, terutama pajak.

Defisit pemerintah AS yang melonjak juga membuat investor melepas investasi berdenominasi dolar AS. Hal ini tercermin dari anjloknya indeks dolar dan melesatnya imbal hasil US Treasury.

Indeks dolar ditutup di 99,19 pada pekan ini atau terlemah sejak 28 April 2025. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melesat ke 4,5% atau tertinggi sejak Februari 2025.

RI Kebanjiran Baja Impor, Mantan Menperin Saleh Husin Sarankan Ini

Saleh Husin, WKU Kadin. (Detikcom)

Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Perindustrian Saleh Husin meminta pemerintah untuk memperhatikan industri baja nasional. Terlebih, di tengah gempuran impor baja saat ini.

Padahal, lanjutnya, industri baja merupakan mother of the industry, karena mencakup hampir semua industri yang ada dan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

“Karena merupakan ibu dari semua industri, maka tentu industrinya harus sehat, agar anak-anak industrinya pun ikut sehat. Ini perlu diperhatikan betul oleh pemerintah sebab industri baja merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi,” ungkap Mantan Menteri Perindustrian Periode 2014-2016 ini, dalam forum diskusi Iron Steel Summit & Exhibition Indonesia 2025 di Jakarta, dikutip Jumat (23/5/2025).

“Saat ini industri baja nasional seperti tergopoh-gopoh, terutama menghadapi serbuan banjirnya baja impor di dalam negeri. Apalagi ditambah dengan permintaan baja dalam negeri yang menurun akibat kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang dijalankan pemerintah,” ujar Saleh Husin.

Oleh karena itu, ia pun mengingatkan bahwa penertiban pasar oleh pemerintah sangat diperlukan. Ini penting agar tidak beredar baja yang tidak standar atau yang biasa kita kenal dengan besi banci, yang banyak beredar di black market.

Di samping itu, pemerintah juga diminta dapat mengatur agar baja yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri untuk tidak diimpor lagi agar daya saing baja nasional meningkat. Menurutnya, hal ini kerap dikeluhkan dan disuarakan para pelaku industri baja dalam negeri, baik melalui asosiasi maupun Kadin.

Walaupun dalam regulasi tentang penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sudah ada, tapi menurutnya implementasi di lapangan masih lemah.

“Nah untuk itu agar baja nasional menjadi Tuan Rumah di negaranya sendiri dan dapat tumbuh berkembang maka perlu ada penegasan khusus di dalam rapat kabinet terbatas dari Bapak Presiden Prabowo. Penegasan ini yakni agar belanja APBN, APBD dan BUMN wajib menggunakan baja produksi dalam negeri,” tandasnya.

Masuk Fase Pemulihan, DAI Optimis Industri Asuransi Bisa Bangkit

Dok Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara meyakini industri asuransi Indonesia memiliki prospek yang cerah di masa depan. Saat ini menurutnya industri asuransi Tanah Air sedang memasuki fase pemulihan dan kebangkitan.

Melihat itu, Yulius mengaku bangga dapat menyelenggarakan Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025. Acara ini merupakan inisiatif dari DAI dan seluruh asosiasi perasuransian.

Adapun anggota yang dimaksud adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), dan Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).

Khusus untuk tahun 2025, IIS akan dikoordinasi oleh AAJI dengan mengusung tema “Reimagining the Future of Insurance: Innovation for a Sustainable Future”.

“IIS 2025 kami rancang sebagai forum untuk memperkuat kolaborasi lintas asosiasi dan sektor mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi berkelanjutan dalam industri perusahaan asuransi,” ujar dia dalam konferensi pers, ditulis Kamis (22/5/2025).

Di samping itu, Yulis menyebutkan, penyelenggaraan IIS 2025 berada dalam momentum tepat. Ini mengingat, industri perusahaan asuransi Indonesia sedang berada dalam fase pemulihan sekaligus kebangkitan, baik dari sisi layanan, produk, kesehatan industri, hingga regulasi. Untuk itu, DAI pun mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dukungan dan arahannya dalam penyelenggaraan IIS 2025.

“Harapan kami IIS 2025 akan mendorong industri perusahaan asuransi Indonesia untuk semakin kuat dalam tata kelola, lebih luas dalam perlindungan dan lebih berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas dia.

Program Besar Prabowo Jalan, Ratusan Triliun Bisa Dialihkan Untuk Ini

Presiden RI Prabowo Subianto di acara Peresmian Pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 IPA, Tangerang, 21 Mei 2025.

Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan Indonesia bisa swasembada dalam energi. Jika ini bisa bisa terjadi, maka ada ratusan triliun anggaran yang bisa dihemat untuk dialokasikan pada bidang strategis.

Hal ini diungkapkan saat pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan Ke -49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex), di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/5/2025). Menurut Prabowo impor BBM saat ini mencapai US$ 40 miliar atau setara Rp 654,04 triliun (Rp 16.351/US$).

“Kalau kita tergantung dari impor terus sumber daya kita sangat besar yang kita keluarkan hampir US$ 40 miliar tiap tahun, hal yang bisa sebenarnya dan seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kita di bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, mengurangi dan menghilangkan kemiskinan ini potensi uyang kita bisa gunakan,” kata Prabowo.

Sehingga ia mengajak pihak swasta dalam maupun luar negeri untuk mendukung sektor energi Indonesia, termasuk transisi energi dan inovasi lain seperti Carbon Capture Storage (CCS).

Dalam kesempatan itu ia juga bercerita, telah meresmikan proyek minyak dan gas di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, yakni dua lapangan migas Forel dan Terumbuk. Menurutnya dari lapangan migas ini menghasilkan tambahan lifting 20 ribu barel minyak per hari, dan 60 juta kaki kubik gas per hari.

“Ini bukan hanya pencapaian matematis, pencapaian teknis, tapi tonggak penting dalam upaya kita terus menerus mencapai swasembada energi nasional,” katanya.